Persamaan Trend Dengan Metode Setengah Rata – Rata 2.

Posted: May 30, 2011 in catatan kuliah, Penganggaran Perusahaan.
Tags: , , , ,

Yang menjadi perbedaan
paling mendasar dalam melakukan perhitungan forecast secara umum, sebenarnya terletak pada jumlah data historis yang akan dipakai, apakah data itu genap atau ganjil.
Pada postingan yang lalu sudah di ulas mengenai persamaan trend metode setengah rata – rata dengan jumlah data genap, pada postingan kali ini akan saya ulas mengenai persamaan trend dengan metode setengah rata – rata dengan jumlah data historis ganjil..
Rumus yang di gunakan masih sama seperti posting yang sebelumnya, untuk rumusnya bisa dilihat disini.
Untuk membuat forecast penjualan dengan jumlah data historis ganjil bisa di lihat pada contoh berikut ini.
Diketahui tingkat penjualan dari data tahun.
1995 — 140 unit.
1996 — 148 unit.
1997 — 157 unit.
1998 — 160 unit.
1999 — 169 unit.
Langkah untuk membuat forecast penjualan dari data diatas hampir sama dengan data yang berjumlah genap, yaitu:
1. BAGI DATA.
Bagi data menjadi 2 bagian, tetapi masukkan data tahun tengah ke dalam kelompok 1 ( K1 ) dan kelompok 2 ( K2 ), selanjutnya bagi data yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi paling tinggi menjadi 2 bagian.
1995 — 140 unit.
1996 — 148 unit.
1997 — 157 unit.
——– K1 ——-
1997 — 157 unit.
1998 — 160 unit.
1999 — 169 unit.
2. TENTUKAN SEMI TOTAL DAN SEMI AVERAGE.
* Pada K1 = 445.
* Pada K2 = 486.
* Nilai n = 2.
Setelah mengetahui jumlah semi total, maka dapat dicari semi average nya,
* Pada K1.
a = 445 / 3.
= 148,3.
* Pada K2.
a = 486 / 3.
= 162.
Pada contoh ini data yang dipakai adalah data dari kelompok 1 ( K1 ).
3. TENTUKAN PARAMETER X.
Karena kelompok data historis di sini yang dipilih adalah kelompok 1 ( K1 ) maka parameternya menjadi.
– 1.
0.
1.
1.
2.
3.
Dengan kata lain pertengahan data dari K1 terletak pada tahun 1996.
4. TENTUKAN PERSAMAAN GARIS LURUS.
Karena nilai a , n , K1 , K2, sudah diketahui maka selanjutnya tentukan nilai ” b ” untuk dimasukkan ke dalam rumus persamaan fungsi garis lurus.
b = 162 – 148,3 / 2.
= 6,85.
Setelah nilai b diketahui maka tinggal memasukkan ke dalam rumus,
Y = 148,3 + 6,85 X.
Dari persamaan tersebut dapat di gunakan untuk mengukur nilai trend tahun 1995, oleh karena data yang di sediakan berjumlah ganjil maka 1 tahun bernilai penuh, sehingga b tidak perlu dibagi dengan 2.
Y = 148,3 + 6,85 ( -1 )
= 141,45.
Jadi nilai trend yang membentuk garis lurus dari tahun 1995 sampai dengan tahun 1999 adalah.
1995 — 141,45 unit.
1996 — 148,30 unit.
1997 — 155,15 unit.
1998 — 162,00 unit.
1999 — 168,85 unit.
Dari persamaan diatas pula dapat diketahui nilai trend pada tahun yang akan datang, dan data tersebut di perlukan untuk dijadikan dasar sebagai pembuatan anggaran penjualan.
2000 — 175,70 unit.
2001 — 182,55 unit.
2002 — 189,40 unit.
2003 — 196,25 unit.
2004 — 203,10 unit.
untuk download modul forecast penjualan klik disini

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s