Persamaan Metode Trend Moment.

Posted: May 31, 2011 in catatan kuliah, Penganggaran Perusahaan.
Tags: , , ,

Seperti metode semi average, metode trend moment atau moment method adalah salah satu metode yang di gunakan dalam melakukan forecast penjualan, yang nantinya akan di jadikan dasar sebagai penyusunan anggaran penjualan pada tahun berikutnya. Dalam pembuatannya metode trend moment dapat di lakukan dengan menggunakan beberapa rumus tertentu, adapun rumus yang di gunakan dalam penyusunan dari metode ini adalah
1. Y = a b X
2. ΣY = n. a b . Σx.
3. Σxy = a Σx b Σx2.
Keterangan dari rumus tersebut adalah sebagai berikut.
* Rumus 1.
Merupakan persamaan garis trend yang akan di gambarkan ( nilai trend ).
* Rumus ke 2 dan 3.
Digunakan untuk menghitung nilai ” a ” dan nilai ” b ” yang akan dipakai sebagai dasar penerapan garis linear ( garis trend ).
Kelebihan dari metode trend moment dibandingkan dengan metode lainnya terletak pada penggunaan parameter X yang dipakai, sehingga tidak ada perbedaan apakah data yang dipakai merupakan data historis berjumlah genap ataukah ganjil, karena nilai dalam parameter X selalu di mulai dengan nilai 0 sebagai urutan pertama.
Untuk lebih jelas dalam menyusun forecast penjualan menggunakan metode trend moment ini dapat di lihat pada contoh berikut ini,
Diketahui data penjualan tahun.
1995 — 130 unit.
1996 — 145 unit.
1997 — 150 unit.
1998 — 165 unit.
1999 — 170 unit.
Dari data diatas dapat diketahui bahwa data tersebut berjumlah ganjil, dalam membuat forecast penjualan berdasarkan data diatas dengan metode trend moment dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut,
1. TENTUKAN PARAMETER X.
Inilah yang dimaksud kelebihan dari metode trend moment, parameter X selalu dimulai dari nilai 0, sehingga.
X
0.
1.
2.
3.
4.
—–
Σx = 10.
2. TENTUKAN NILAI X2 DAN XY.
Langkah ini diperlukan untuk mengetahui nilai ” a ” dan nilai “b “, setelah parameter X tadi ditentukan langkah selanjutnya parameter X tadi dikuadratkan berdasarkan data historis dari masing – masing tahun, sehingga menjadi,
X2.
0.
1.
4.
9.
16.
——
Σx2 = 30.
Langkah selanjutnya adalah menentukan nilai XY, dimana fungsi Y merupakan data historis dari tingkat penjualan masing – masing tahun, dan X merupakan parameter yang sudah di tentukan tadi, selanjutnya ke duanya di kalikan, sehingga menjadi.
XY
0.
145.
300.
495.
680.
——-
Σxy = 1620.
3. TENTUKAN NILAI ” a ” DAN NILAI ” b “.
Setelah mengetahui jumlah total dari fungsi Y , X , X2, dan XY, maka langkah selanjutnya adalah menentukan nilai b terlebih dahulu, dengan cara menggunakan persamaan dari rumus 2 dan rumus 3.
Diketahui Σy = 760.
* Rumus 2.
760 = 5a 10b.
* Rumus 3.
1620 = 10a 30b.
Untuk mencari nilai b, rumus 2 dikalikan dengan 2, dan rumus 3 dikalikan 1.
1520 = 10a 20b
1620 = 10a 30b
____________________ ( _ ).
– 100 = – 10b.
b = 10.
Jadi nilai b dari persamaan diatas adalah 10, setelah mengetahui nilai b dari persamaan diatas, maka nilai a dapat di tentukan dengan cara.
760 = 5a 10 ( 10 ).
760 = 5a 100.
660 = 5a.
a = 132.
5. TENTUKAN FUNGSI Y DAN NILAI TREND.
Karena nilai a dan nilai b sudah diketahui maka fungsi Y sudah dapat dibuat.
Y = 132 10 X.
Dari persamaan fungsi Y diatas maka nilai trend dari tahun 1995 sampai tahun 1999 dapat diketahui.
1995 — 132 unit.
1996 — 142 unit.
1997 — 152 unit.
1998 — 162 unit.
1999 — 172 unit.
Dari persamaan fungsi Y diatas dapat juga disusun forecast penjualan pada tahun berikutnya untuk dijadikan dasar pembuatan anggaran penjualan.
2000 — 182 unit.
2001 — 192 unit.
2002 — 202 unit.
2003 — 212 unit.
2004 — 222 unit.
untuk download modul forecast penjualan klik disini

About these ads

Comments are closed.