Peluang Usaha Pembibitan Dan Ternak Lele 2

Posted: May 17, 2011 in Perikanan
Tags: , , , , , , , , ,

Setelah mengetahui tentang pemijahan secara alami ikan lele dumbo pada postingan sebelumnya, maka tahap selanjutnya adalah dengan mengetahui bagaimana cara merawat telur dan larva ikan lele dumbo. Pada postingan kali ini saya akan mencoba berbagi informasi mengenai cara merawat telur dan larva ikan lele, berdasarkan pengalaman pribadi saya selama ini.
Setelah kedua indukan lele dumbo selesai memijah dan telur sudah berserakan di kakaban, kemudian lakukan pengecekan telur – telur yang sudah di hasilkan, sekaligus angkat kedua indukan untuk di pindah ke kolam pemeliharaan induk dan dipersiapkan pada pemijahan selanjutnya. pada saat melakukan pengecekan telur biasanya terdapat dua warna pada telur – telur yang menempel pada kakaban, jika warna telur berwarna kehijauan dan ada sedikit warna hitam, maka besar kemungkinan telur lele dumbo itu nanti menetas menjadi larva lele, tetapi jika ada telur yang berwarna putih susu atau putih keruh kekuningan, maka banyak kemungkinan telur lele dumbo itu mati alias kopong dan tidak menetas. Telur – telur yang mati dapat diambil dengan hati – hati menggunakan sekop kecil atau sendok es krim, tetapi bisa juga di tinggalkan di kolam, asalkan nanti saat mengambil kakaban tidak berserakan, karena bisa menurunkan kualitas air. Pada keesokan harinya biasanya telur yang hidup sudah mulai bergerak – gerak, tetapi masih menempel di media kakaban, baru pada 1/4 sampai 1/2 hari kemudian larva lele sudah mulai berenang di sekitar kakaban. Pada tahapan ini kakaban jangan diambil terlebih dahulu karena larva yang baru menetas masih memerlukan tempat pijakan untuk naik ke permukaan mengambil udara secara langsung, dan pada tahapan ini pula larva lele tidak usah diberi makan terlebih dahulu karena masih mempunyai cadangan makanan di perutnya.
Pada hari kedua setelah telur menetas lakukan pergantian air sejumlah 2/3 dari volume air kolam, pergantian air ini dilakukan selama 3 hari berturut – turut setelah telur menetas, yaitu sampai hari keempat merupakan pergantian air yang terakhir, pergantian air pada kolam ini bertujuan untuk memperbaiki kembali kualitas air kolam, dikarenakan sel sperma indukan jantan pada saat pemijahan yang tercampur pada air dan telur – telur yang mati atau kopong, mulai membusuk atau remuk. Bersamaan dengan itu pada hari keempat kakaban boleh diambil dengan hati – hati, usahakan tidak ada larva yang tersangkut di kakaban dan sisa – sisa telur mati tidak bertebaran di dalam kolam, larva lele pada hari keempat ini juga sudah mulai aktif bergerak, dikarenakan cadangan makanan yang ada di perutnya mulai menipis, oleh karena itu setelah melakukan pergantian air, coba larva ikan lele dikasih asupan makanan dari luar lakukan sedikit demi sedikit, karena jumlah larva ikan lele dumbo yang mau menerima makanan dari luar masih belum begitu banyak. Makanan yang di berikan kepada larva lele bisa berupa makanan yang berasal dari alam dan bisa juga makanan yang kita buat sendiri, yang perlu di ingat adalah makanan yang diberikan mengandung protein hewani yang tinggi karena kandungan protein hewani sangat di perlukan untuk memacu pertumbuhan badan larva lele yang baru menetas.
Pakan alami yang bisa di berikan adalah * Kutu air.
Dapat di berikan dengan cara memasukkan kutu air bersamaan dengan airnya tanpa harus menyaring kutu air terlebih dahulu.
* Cacing sutra.
Dapat diberikan dengan cara, mengambil sejumlah kecil bagian dari gerombolan cacing sutra, kemudian di cacah dengan pisau, lalu di berikan kepada larva, tetapi harus benar – benar habis dan jangan ada yang tersisa, karena akan membusuk jika tidak termakan, oleh karena itu tempatkan cacing sutra pada tempat – tempat tertentu, dan di cek apakah sudah habis atau belum, jika sudah habis berikan cacahan cacing sutra lagi.
Sedangkan makanan buatan yang dapat diberikan adalah :
* Telur.
Telur yang dimaksud di sini adalah telur ayam karena harganya yang murah dan dapat digunakan untuk menekan biaya pakan, cara pembuatannya adalah, sediakan air putih 1/2 gelas dan tepung beras 1 sendok makan, campur keduanya di dalam wadah hingga rata setelah itu masukkan telur dan campur lagi hingga rata, selanjutnya panasi dengan kompor dengan api yang kecil, sambil diaduk – aduk hingga terbentuk adonan berbentuk jenang. tunggu hingga dingin baru di berikan ke larva lele. Cara pemberiannya sama dengan cacing sutra, tunggu hingga habis baru dikasihkan lagi.
Berikan asupan pakan untuk larva lele ini secara berkala dengan menambah jumlah pakan, biasanya kurang lebih hari ke 7 atau seminggu sudah mulai rakus, jika memberikan pakan berupa cacing sutra sudah dapat langsung diberikan secara utuh tanpa di cacah lagi, tetapi tetap sedikit – sedikit.
Kurang lebih 14 hari setelah menetas atau jika anak ikan lele sudah berumur 2 minggu, hentikan pakan alami atau makanan olahan kita, secara berkala ganti pakan anakan ikan lele dengan pakan pelet buatan pabrik, pelet yang digunakan adalah D0 ( D nol ), cara pemberiannya campur D0 dengan larutan antibiotik dalam hal ini saya menggunakan inroflox yang berwarna merah, caranya adalah baca aturan pakai pada kemasan dan campurkan pada D0, tunggu hingga kering baru diberikan fungsinya adalah agar anakan ikan yang masih lemah tidak gampang terserang penyakit, sekaligus juga langkah antisipasi agar tidak terjadi kematian massal pada anak ikan lele dumbo.
Berikan pakan D0 hingga kurang lebih 24 hari dan amati perkembangan dari anak ikan lele dumbo tersebut, jika bukaan mulut sudah mulai lebar bearti siap untuk diberi pelet D1, berikan pelet D1 hingga ikan berumur kurang lebih 30 hari sekaligus lakukan panen bibit yang berukuran kurang lebih 3 / 5 cm.
Demikian informasi yang ingin saya bagikan, semoga bermanfaat bagi yang ingin melakukan usaha pembenihan ikan lele dumbo.

Comments are closed.