Definisi Dan Metode Peramalan.

Posted: May 21, 2011 in catatan kuliah, Peramalan Bisnis.
Tags: , , ,

Secara umum yang dimaksud dengan pengertian peramalan ( forecastin ) yaitu suatu kegiatan yang bertujuan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang.
Manfaat suatu peramalan bagi perusahaan :
1. Menambah kemampuan perusahaan untuk mengadakan pengawasan informasi kegiatan – kegiatan tertentu atau memperbaiki proses pemberian laporan.
2. Memungkinkan timbulnya team work diantara pimpinan.
3. Memungkinkan di buatnya jadwal – jadwal pembelian, produksi, budget penjualan dan budget alokasi pengeluaran sehingga di peroleh pedoman dasar bekerja yang relatif lebih tepat.
Jenis Peramalan
1. Dilihat dari sifat penyusunannya,
* Peramalan subyektif.
* Peramalan obyektif.
2. Dilihat dari jangka waktunya.
* Peramalan jangka panjang.
* Peramalan jangka pendek.
Tetapi jenis peramalan menurut Makridakis dan Wheelwright, membagi peramalan menjadi,
* Peramalan kualitatif.
* Peramalan kuantitatif.
Langkah – langkah untuk melakukan suatu peramalan.
1. Menentukan tujuan dari peramalan.
2. Pemilihan teori yang relevan.
3. Pengumpulan data.
4. Analisis data.
5. Estimasi dari model sementara.
6. Evaluasi model sementara dan merevisi model.
7. Penyajian ramalan sementara kepada manajemen.
8. Pembuatan revisi final.
9. Pendistribusian hasil peramalan.
10. Penentuan langkah – langkah pemantuan.
Pengertian metode peramalan, yaitu suatu cara atau tekhnik dalam memperkirakan kejadian – kejadian pada masa yang akan datang.
Kegunaan dari metode peramalan adalah membantu dalam mengadakan pendekatan analisa terhadap pola data pada masa yang lalu.
Jenis – jenis metode peramalan.
1. KUALITATIF.
Yaitu mengetahui data yang akan di gunakan untuk melakukan peramalan berdasarkan pendapat para ahli / pakar.
2. KUANTITATIF.
* Metode smoothing.
metode ini digunakan untuk jangka pendek, fungsi dari metode ini adalah untuk mengurangi ketidak teraturan musiman, sehingga mempunyai syarat minimal harus tersedia data dua tahun yang lalu, penggunaan metode ini misalnya untuk perencanaan dan pengendalian produksi dan persedian, serta perencanaan keuntungan.
* Metode box – jenkins.
Hampir sama dengan metode smothing, tetapi caranya lebih kompleks, sehingga lebih sulit oleh karena itu metode ini lebih sering dipakai oleh para penaksir.
* Metode proyeksi trend dengan regresi.
Untuk melakukan peramalan dalam jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga data minimal yang dibutuhkan untuk menyusun peramalan dengan metode ini sekurang kurangnya lima tahun terakhir, metode ini biasanya di gunakan untuk ekspansi, atau investasi sebuah perusahaan.
* Metode Sebab Akibat ( Causal Methods / Korelasi ).
Dibagi menjadi.
– Metode regresi dan korelasi.
– Model ekonometri.
– Model input output atau lebih dikenal sebagai sederhana dua berganda.
Untuk menentukan metode mana yang akan dipakai untuk melakukan peramalan ada 6 faktor utama yang harus di ketahui untuk mengidentifikasikan tekhnik dan metode peramalan yaitu
1. Horizon waktu.
2. Pola dari data.
3. Jenis dari model.
4. Biaya.
5. Ketepatan.
6. Flexibilitas.
Sedangkan jenis data yang dapat di perhatikan adalah
1. Data kuantitatif.
2. Data kualitatif.
3. Data diskrit.
4. Data kontinyu.
5. Data primer.
6. Data sekunder.

Comments are closed.