Cara Budi Daya Ikan Cupang.

Posted: May 22, 2011 in Perikanan
Tags: , ,

Bagi anda yang mempunyai hobi ikan, khususnya hobi ikan hias dan ingin mempunyai usaha sampingan dari hobi itu, ada baiknya anda mencoba untuk membudi dayakan ikan cupang, karena nilai ekonomisnya yang tinggi dan tidak memerlukan lahan yang luas, cara budidaya ikan cupang ini tergolong unik karena ada berbagai cara atau versi untuk melakukan budidaya ikan cupang secara alami. Pada postingan kali ini saya akan mencoba berbagi pengalaman dari saya pribadi, dan akan saya bagi menjadi dua bagian.
Dalam melakukan budi daya ikan cupang ada beberapa hal yang harus di persiapkan yaitu,
1. Tempat pemeliharaan induk.
Tempat yang dilakukan untuk memelihara induk berupa aquarium soliter untuk induk jantan berukuran 15 x 15 x 15 cm, sedangkan untuk indukan betina bisa dipelihara secara bersama – sama, bisa menggunakan aquarium berukuran 60 x 40 x 40 cm jika indukan betina mempunyai persediaan banyak, pada aquarium pemeliharaan induk betina sebaiknya dikasih media berupa tumbuhan air sejenis ganggang, atau bisa juga dikasih sobekan rafia yang dibawahnya dikasih pemberat berupa batu kerikil yang halus. tujuan pemberian media ini berfungsi agar induk betina tidak saling melihat, dan saling mencederai satu sama lain.
2. MEDIA UNTUK PENUAAN AIR.
Media yang dapat digunakan sebagai alat penuaan air dapat berupa Ember, tong besar yang sebelumnya dicuci terlebih dahulu.
3. OBAT IKAN.
Obat ikan yang di gunakan disini dapat berupa garam ikan, daun ketapang, dan mathylene blue.
4. TEMPAT PEMIJAHAN.
Tempat untuk melakukan pemijahan ikan cupang dapat berupa ember kecil maupun aquarium dengan ukuran 30 x 15 x 20 cm.
5. PENYEDIAAN INDUK IKAN CUPANG.
Karena yang diperlukan disini adalah faktor genetis, maka cari indukan ikan cupang dari peternak yang sudah mendapat reputasi baik.
Perbedaan antara induk cupang jantan dengan induk cupang betina.
Induk Jantan.
* Mempunyai badan yang besar / tebal, dan tidak memanjang.
* Sirip lebih panjang dan lebar.
* Warna tampak lebih terang.
* Pada bagian kelamin jika dilihat dari samping terlihat lebih pendek.
* Lebih agresif dan rajin membangun sarang busa, serta telah berumur minimal 4 bulan.
Sedangkan ciri dari indukan betina adalah.
* Bentuk badan terlihat lebih bulat.
* Sirip lebih pendek dari pada jantan, tetapi tetap lebar.
* Warnanya kurang menarik.
* Pada kelamin jika dilihat dari samping terlihat lebih menonjol.
* Berenang lambat, dan berusia minimal 4 bulan.
Siklus gonad untuk indukan jantan biasanya memakan waktu kurang lebih 1 minggu, sedangkan untuk indukan betina kurang lebih 2 minggu untuk matang gonad setelah dilakukan pemijahan selesai.
Dalam pemeliharaan induk pakan yang diberikan dapat berupa :
* Jentik nyamuk.
* Kutu Air.
* Cacing sutra.
Untuk pemberian pakan cacing sutra biasanya diberikan setelah pemijahan selesai untuk proses pemulihan tenaga indukan, berikan 2 hari berturut – turut, dan selanjutnya berikan sebagai pakan tambahan saja.
Setelah mempersiapkan segala sesuatunya, maka tahap selanjutnya dalam budi daya ikan cupang adalah melakukan proses pemijahan, caranya adalah.
1. Persiapkan air untuk pemijahan.
Air yang di pergunakan disini adalah air yang sudah tua, atau air yang sudah diendapkan selama satu hari satu malam.
2. Persiapkan tempat untuk pemijahan.
Tempat untuk melakukan pemijahan ini dapat berupa ember kecil, tong bekas pakai, dan aquarium berukuran 30 x 15 x 20 cm, dalam hal ini saya menggunakan aquarium sebagai tempat pemijahan, isi tempat pemijahan dengan air yang sudah tua, ini bertujuan agar indukan jantan lebih giat dalam membangun sarang busanya, sedangkan ketinggian air yang di perlukan kurang lebih 8 / 10 cm, selanjutnya larutkan air rebusan daun ketapang atau methylene blue ke dalam air untuk pemijahan tadi, untuk penggunaan methylene blue sebaiknya di encerkan terlebih dahulu setelah itu baru di masukkan tetapi jangan terlalu pekat, cukup air agar tampak kebiruan, ini dimaksudkan untuk mengantisipasi luka yang diakibatkan saat pemijahan tidak meradang.
3. Pilih indukan.
Dalam memilih indukan disamping sudah matang gonad, tentukan juga warnanya, kalau ingin hasil anakan yang beraneka warna maka pilih indukan yang berwarna biru, karena jika sesama gen warna biru bertemu maka akan menghasilkan ruang gen atau locus, sehingga akan berakibat munculnya warna lain pada anakan yang di hasilkan selain warna biru itu sendiri, lain halnya jika memijahkan cupang yang berwarna merah atau warna yang lainnya.
4. Proses pemijahan.
Dalam melakukan proses pemijahan, masukkan induk jantan terlebih dahulu, lakukan pada sore hari sekitar jam 15.00 sampai dengan jam 16.00, lalu sekitar jam 17.00 masukkan indukan betina yang ditaruh di dalam gelas plastik atau botol kaca, biarkan kedua indukan saling berpacaran dulu sebelum kawin selama satu hari, dan beri penutup pada atas aquarium agar suhu lebih stabil.
Pada keesokan harinya cek indukan, biasanya induk jantan sudah membangun sarang busa dan gerakan renangnya sudah tidak begitu agresif, biarkan terlebih dahulu, hingga sore hari menjelang jam 16.00 masukkan indukan betina secara perlahan, dengan cara memiringkan gelas plastik dan tahan dengan tangan sampai induk betina keluar dari gelas tersebut, setelah keluar angkat gelas plastik keluar dari aquarium, pada tahap ini biasanya reaksi yang terjadi adalah induk jantan mengejar induk betina, tetapi tidak terjadi perkelahian yang berakibat fatal.
5. Cek dan awasi kedua indukan.
Kalau kedua indukan yang dicampur tadi melakukan perkelahian dan saling serang, maka angkat kedua indukan dan ganti dengan pasangan indukan yang lain, tetapi apabila kedua indukan sudah saling bermesraan di tandai dengan induk betina yang membantu induk jantan dalam membangun sarang, maka dapat diteruskan, langkah selanjutnya kalau sempat lakukan cek indukan pada jam 04.00, karena biasanya indukan betina sudah sering dibelit oleh indukan jantan, dan ratusan telur dikeluarkan oleh induk betina, kemudian disusul dengan penyusunan telur oleh indukan jantan bersama indukan betina ke dalam sarang busa, ini dilakukan secara terus menerus sampai telur yang ada di perut induk betina habis, sebenarnya pemanandangan merupakan sensasi yang luar biasa kalau seandainya dapat melihat proses pemijahan ini.
6. Lakukan karantina.
Setelah telur di dalam perut induk betina sudah habis biasanya pada sekitar jam 06.00 sampai dengan jam 07.00 indukan jantan akan mengusirnya dari sarang busa, oleh karena itu penting untuk mempersiapkan tempat untuk karantina kedua indukan, persiapkan dua aquarium soliter berukuran 15 x 15 x 15 cm isi dengan air yang sudah tua, larutkan methylene blue dengan air dan campurkan ke dalam aquarium, masukkan indukan betina yang sudah bertelur tadi ke dalam aquarium soliter, dan tunggu hingga luka luka ringan di tubuhnya sembuh, baru dikasih pakan sedikit demi sedikit dan dimasukkan ke aquarium pemeliharaan induk untuk pemijahan berikutnya. sedangkan indukan jantan tetap ditinggal di aquarium agar menjaga telur yang ada di sarang busa sampai menetas, selama menjaga telur kasih porsi makanan agak dikurangi, kalau pakan berupa jentik nyamuk cukup di kasih satu atau dua ekor saja untuk pakan, Jika tidak termakan segera diambil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s