Cara Budi Daya Ikan Cupang 2

Posted: May 23, 2011 in Perikanan
Tags: , ,

Melanjutkan postingan saya sebelumnya tentang cara budidaya ikan cupang, setelah melalui proses pemijahan, maka indukan jantan masih di tinggal di dalam tempat pemijahan untuk menjaga telur yang di tempatkan di sarang busa, biasanya indukan jantan saat sedang menjaga telur nafsu makannya akan berkurang, oleh karena itu dalam pemberian makan indukan jantan saat berada di tempat pemijahan porsinya di kurangi, dan diawasi kalau misalnya pakan yang diberikan tidak termakan, maka segera ambil pakan yang diberikan dari tempat pemijahan agar indukan jantan tidak merasa terganggu selama mengasuh telur – telurnya.
Biasanya setelah selang waktu 12 jam dari proses pemijahan, telur yang berwarna putih susu itu mulai bergerak – gerak, indukan jantan ikan cupang memang dikenal teramat sayang kepada anak – anaknya, se agresif apapun mereka, ini ditandai jika ada larva ikan cupang yang jatuh di dasar air, maka dengan segera induk jantan menangkap dengan mulutnya serta membuatkan mereka sarang busa yang baru di permukaan air dan menempatkan lagi larva ikan yang jatuh tadi di tempat itu, kegiatan itu dilakukan secara terus menerus selama 2 hari sejak larva cupang menetas, baru menginjak hari ke 3 larva ikan cupang sudah mulai berenang, pada 3 hari pertama larva ikan cupang tidak perlu dikasih pakan, karena masih ada cadangan makanan di perutnya, baru pada hari ke 4 larva ikan cupang dikasih asupan pakan dari luar berupa kutu air yang disaring, pada tahap ini induk jantan jangan dipindah terlebih dahulu karena bertugas mengasuh dan menyuap larva dengan cara memakan kutu air saring tadi dan berenang sedemikian rupa di permukaan air sehingga larva yang tersebar mau mengumpul dan di suap di dalam mulut induk jantan, apabila sulit mendapatkan kutu air maka bisa di beri pakan alternatif berupa larva artemia, cara pemberiannya adalah, ambil sejumput kecil telur artemia, dan masukkan ke dalam gelas yang sudah di isi air asin, lalu dikasih aerasi yang lembut, sampai telur artemia tadi menetas, biasanya proses ini memakan waktu satu hari satu malam, setelah menetas ambil artemianya dengan cara mematikan sementara aerator, dan ambil artemia yang bergerak – gerak dengan pipet atau sedotan, tetapi jangan sampai telur yang belum menetas ikut terambil, setelah itu saring dengan kain yang bersih dan berikan pada larva ikan cupang.
Pada hari ke 6 setelah menetas biasanya larva sudah bisa makan dengan sendiri tanpa harus disuap oleh induk jantan, ini ditandai dengan induk jantan yang selalu memojok di aquarium, pada tahap ini pula induk jantan diambil dari tempat pemijahan, lakukan pemindahan secara hati – hati, dan taruh di aquarium soliter untuk di persiapkan melakukan proses pemijahan selanjutnya.
kunci pemeliharaan larva ikan cupang tanpa induk jantan terletak pada pemeliharaan airnya, oleh karena itu lakukan pergantian secara berkala sebanyak 1/4 air dari volume air semula, lakukan penyiphonan pada dasar aquarium hingga bersih dan ganti air dengan air yang sudah tua dan dikasih larutan methylene blue yang diencerkan. lakukan pergantian air setiap 3 hari sekali.
Menginjak hari ke 10 setelah larva menetas maka asupan pakan yang diberikan sudah dapat di ganti, karena untuk lebih memacu pertumbuhan dari larva ikan tersebut.
Pakan yang dapat di berikan dapat berupa cacing sutra yang di cacah kecil – kecil dan berikan sedikit demi sedikit dengan frekuensi sering sehingga termakan habis dan tidak mencemari tempat pemeliharaan, dan biasanya perkembangan anak ikan cupang meningkat dengan cepat setelah lepas 10 hari.
Pada hari ke 17 anakan ikan cupang sudah bisa di beri pakan cacing sutra secara utuh, tetapi masih berupa cacing sutra yang disaring.
Pada hari ke 20 anakan ikan cupang sudah mulai nampak, dan bisa di taruh ke tempat yang lebih besar, pada tahap ini saya menggunakan ember yang berdiameter kurang lebih 60 cm, caranya adalah, masukkan air yang sudah tua ke dalam ember untuk melakukan pembesaran ikan cupang, tapi jangan terlalu penuh lalu masukkan aquarium pemeliharaan tadi ke dalam ember, miringkan pelan – pelan sampai air dan anakan ikan cupang masuk semua ke dalam ember pembesaran, usahakan jangan sampai ada yang tertinggal, lalu periksa ketinggian air, jika terlalu tinggi lakukan pengurangan dengan cara di siphon menggunakan selang kecil untuk aerator.
Proses selanjutnya berikan pakan dan perhatikan kualitas air, dalam jangka waktu kurang lebih 1,5 bulan, anak ikan cupang sudah mulai terlihat keindahannya dan bisa di sortir mana yang jantan dan mana yang betina, sekedar tips untuk membedakan ikan jantan dan betina kalau di lihat dari atas, pada ikan jantan tubuhnya terlihat lebih ramping dan ekornya kelihatan memanjang, sedangkan pada ikan cupang betina tubuhnya terlihat lebih bulat dan ekornya cenderung pendek.
Setelah ikan cupang di sortir jantan dan betinanya, selanjutnya pilih ikan jantan karena nilai ekonomisnya yang tinggi dan tempatkan dalam aquarium soliter maupun gelas plastik, dan berikan pakan berupa jentik nyamuk yang belum bengkok di selingi dengan cacing sutra, supaya warna ikan cupang dapat terlihat cerah dan badannya tetap kekar.
Demikian sedikit informasi yang ingin saya bagikan melalui blog ini, dan semoga bermanfaat bagi yang ingin mencoba berternak ikan cupang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s