Secara umum pengertian dari manajemen proyek adalah suatu kombinasi antara sumber daya manusia dengan sumber daya non manusia yang di gunakan di dalam organisasi temporer untuk mencapai tujuan dari organisasi tersebut.
Prinsip dari manajemen proyek lebih mengedepankan pada 3 on yaitu :
1. On time.
Suatu proyek harus selesai pada waktu yang sudah di tetapkan sebelumnya.
2. On budget.
Suatu proyek tersebut harus bersifat ekonomis.
3. On spesifikasi.
Dalam hal ini bearti suatu proyek tersebut harus efektif sehingga bisa tepat sasaran dan hasil yang di capai dapat sesuai dengan standard.
Manajemen proyek dapat di identikan dengan manajemen konflik / resiko sehingga dibutuhkan cara yang baik untuk menjalankannya, oleh karena itu metode yang dipakai adalah metode coopetition.
Setidaknya ada tiga alternatif bentuk kerjasama untuk mendapatkan hasil yang berbeda, adapun bentuk dari kerjasama tersebut adalah.
1. Tidak tahu vs Tidak tahu.
pada bentuk kerjasama ini hasil yang diberikan tentu saja serba tidak pasti.
2. Tahu vs Tidak tahu.
Dalam bentuk kerjasama ini hasil yang di peroleh penuh dengan resiko.
3. Tahu vs Tahu.
Dalam bentuk kerjasama ini hasil yang di peroleh akan pasti.
Tahapan dalam manajemen proyek :
TAHAP 1.
Merupakan tahap penyampaian visi dan misi dari organisasi yang akan di didirikan.
TAHAP 2.
Pada tahap ini mulai dibentuk dan melakukan penyusunan organisasi.
TAHAP 3.
Pada tahap ini sudah mulai melakukan penyelenggaraan kegiatan.
TAHAP 4.
Merupakan tahap final, dan dilakukan proses evaluasi dari kegiatan yang telah dilakukan.
Tipe kesalahan dalam organisasi dalam melakukan manajemen proyek :
1. Suatu organisasi tidak melakukan suatu kegiatan padahal kegiatan tersebut dibutuhkan.
2 Organisasi melakukan suatu kegiatan padahal kegiatan tersebut tidak dibutuhkan.
3. Suatu organisasi salah dalam mengambil keputusan.
4. Suatu organisasi mempunyai masalah tetapi tidak bisa menemukan solusi.
Bentuk organisasi proyek
1. ORGANISASI FUNGSIONAL.
Yang menjadi anggota dari organisasi ini setiap ada proyek berasal dari divisi masing – masing, sehingga proyek yang ada akan terkotak – kotak, oleh karena itu pertumbuhan dari organisasi ini tergantung dari siapa yang menjadi bosnya.
2. PURE PROJECT ORGANIZATION.
Pada bentuk ini dipilih salah satu divisi untuk mengerjakan suatu proyek, dan tidak memperhatikan asal direktur dari divisi mana.
3. MATRIX ORGANISATION.
Pada bentuk ini, untuk mengisi struktur organisasi dari suatu proyek maka di pilihlah orang yang profesional di bidangnya, dan berasal dari masing – masing divisi, tetapi kelemahan dari bentuk ini adalah akan timbulnya konflik kepemimpinan.
4. MIXED ORGANIZATION.
Pada bentuk organisasi ini cirinya kalau ada suatu proyek baru dibentuk tapi kalau proyek sudah selesai langsung bubar.
5. STAFF ORGANIZATION.
Pada bentuk organisasi ini yang menjadi anggotanya pada saat sedang ada proyek adalah staf dari masing – masing divisi, kalau proyek sudah selesai maka secara otomatis di bubarkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s