Mengenal Pakan Ikan.

Posted: June 15, 2011 in Perikanan
Tags: , , , , , , ,

Pada saat melakukan kegiatan budidaya suatu jenis ikan, mempunyai kaitan yang erat dengan pemeliharaan dari jenis ikan yang akan dibudidayakan, baik itu dari pemeliharaan induk, perawatan larva, sampai dengan perawatan anak ikan yang sudah mempunyai ukuran ekonomis, semua itu ditujukan agar kualitas indukan maupun anakan ikan tetap terjaga kualitasnya, oleh karena itu penting bagi para calon pembudidaya untuk lebih mengenal beberapa jenis pakan untuk ikan.
Secara umum pakan untuk ikan dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu,
1. PAKAN BUATAN.
Pakan buatan yang dimaksud adalah pakan yang dibuat oleh suatu pabrikan maupun pakan yang kita buat sendiri, terdiri dari,
* Pelet,
Ada berbagai jenis pelet yang beredar di pasaran, jenis pakan ini dapat dijadikan pilihan untuk pakan utama dari induk ikan, karena komposisinya yang mengandung protein dan berbagai jenis vitamin yang ada di dalamnya, sehingga stamina dan vitalitas indukan dapat lebih terjaga.
* Pakan Emulsi.
Yang dimaksud dengan pakan emulsi disini adalah jenis pakan yang kita buat sendiri tanpa bantuan mesin dan mempunyai tingkat keawetan yang rendah, biasanya pakan emulsi ini digunakan untuk perawatan larva dari beberap jenis ikan yang bertelur, tetapi bisa juga di berikan sebagai pakan tambahan pada ikan yang mempunyai bukaan mulut kecil, sepertjenis ikan leave bearier, adapun bahan yang sering digunakan untuk membuat pakan emulsi ini adalah kuning telur atau telur utuh, baik itu telur ayam maupun telur bebek, cara pembuatannya pun cukup sederhana, yaitu,
Persiapkan wadah untuk pembuatan berupa panci dan kompor serta sendok untuk mencampur bahan, bahan lain yang mendukung berupa air tawar 1/2 gelas dan tepung beras 1 sendok makan, langkah yang perlu dilakukan adalah, campur air tawar dan tepung beras kedalam panci sampai tercampur sempurna, lalu masukkan 1 buah telur utuh atau kuning telur, aduk rata sampai tercampur sempurna, ditandai dengan adanya sedikit busa yang ada di permukaan panci, lalu panasi dengan kompor yang berapi kecil, aduk terus sampai lengket, angkat dan dinginkan kira – kira 10 menit, baru diberikan kepada larva atau induk ikan yang mempunyai bukaan mulut kecil, cara pemberiannya usahakan sedikit demi sedikit dengan frekuensi sering.
2. PAKAN ALAMI.
Pakan alami yang dimaksud disini adalah pakan ikan yang berasal dari alam atau pakan hidup, dan sifatnya berupa pakan tambahan, oleh karena hanya bersifat tambahan maka dapat diberikan setiap beberapa hari sekali saja, tetapi walaupun namanya pakan alami sebagai pakan tambahan menurut beberapa sumber sudah dapat dikulturkan sendiri, yang bearti kemungkinan bibit penyakit ikan yang terbawa dari alam dapat lebih terminimalisir.
Adapun pakan alami yang dapat diberikan dapat berupa,
* Artemia.
Artemia merupakan salah satu pakan favorit bagi larva ikan hias yang bertelur, karena ukuran bukaan mulut larva yang terlampau kecil, kandungan protein yang dimiliki hewan sejenis udang renik ini tergolang tinggi yaitu berkisar antara 40 % – 60 %, sedangkan kelemahan dari pakan alami ini yaitu, harga dalam bentuk telur tergolong mahal di pasaran, dan hanya bisa hidup di dalam air asin dengan tingkat salinitas tertentu, cara mendapatkannya adalah dengan menetaskan telur atau kista yang dijual di pasaran, untuk informasi yang lebih mendetail mengenai artemia dapat dilihat disini.
* Daphnia.
Atau lebih terkenal dengan nama kutu air, tetapi tidak menimbulkan gatal – gatal kalau bersinggungan dengan kulit, hewan ini berukuran sangat kecil dan sering terdapat di kubangan, pinggiran sawah, kolam pemancingan bahkan di pinggir selokan, karena fungsi utama dari hewan ini sebagai penyaring kotoran maupun alga, daphnia sering berdampingan hidup dengan rotifera dan cyclops, yang membedakan antara ketiganya hanya bentuk dan cara berenangnya, kalau dilihat dari atas ukuran daphnia lebih kecil dan pipih, serta berwarna putih, dengan gaya berenang meloncat – loncat di dalam air, sedangkan rotifera kalau dilihat dari atas bentuk badan cenderung agak lonjong dan mempunyai semacam antena pada bagian depan, badannya berwarna putih tetapi agak transparan, sedangkan cara berenangnya sama dengan daphnia tetapi lebih cepat, kalau cyclops bentuk badannya bulat seperti piringan, cenderung sembunyi diantara dan tidak mengelompok.
Untuk mengetahui info lebih lanjut tentang daphnia bisa di lihat disini.
* Tubifex Worm.
Tubifex worm atau cacing sutra dapat diberikan sebagai pakan alami ikan baik untuk anak ikan maupun induk ikan, karena kandungan protein dan lemak yang tinggi, biasanya jika diberikan ke anakan ikan maka pertumbuhannya dapat terlihat sangat signifikan sekali, bila dibandingkan dengan diberikan pakan alami jenis lain, dan bila diberikan pada induk ikan biasanya ikan betina akan cepat sekali membentuk telur, tetapi kurang bagus untuk proses pematangan gonad, di karenakan kandungan lemaknya yang tinggi, untuk info lebih lanjut mengenai cacing sutra bisa dilihat disini.
* Jentik Nyamuk.
Jentik nyamuk merupakan pakan alami yang paling gampang ditemukan, oleh karena bentuknya yang kasat mata, sehingga banyak para penghobi yang memanfaatkan jentik nyamuk ini sebagai pakan ikan, disamping mudah didapat juga dapat membantu mempercepat proses pematangan gonad pada indukan ikan sebelum dipijahkan, untuk mengetahui lebih lanjut tentang jentik nyamuk dan jenisnya bisa dilihat disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s