Soal Anggaran Bahan Mentah

Posted: November 19, 2011 in penganggaran perusahaan 2

P.T yogya memperkirakan kebutuhan bahan mentah selama satu tahun sebesar 6.000 unit, untuk merencanakan saat pemesanaan yang tepat harus di lakukan maka diamati 20 buah data pemesanan yang terjadi pada tahun- tahun sebelumnya. Dari pengamatan tersebut di peroleh kenyataan:
Lead time 4 hari = 3 buah.
Lead time 5 hari = 6 buah.
Lead time 6 hari = 5 buah.
Lead time 7 hari = 6 buah.
Biaya penyimpanan bahan mentah perunit pertahun adalah Rp 6,- biaya pemesanan setiap kali pesan Rp 500,-. Apabila kehabisan bahan mentah maka dapat di cari bahan mentah pengganti, untuk itu di perlukan biaya Rp 1,5,- bagi setiap unit bahan mentah pengganti . safety stock sebesar 200 unit. Apabila 1 tahun dianggap 360 hari , maka kapan pemesanan kembali harus di lakukan? Dan kapan bahan mentah harus di pesan kembali?
jawab
Kebutuhan ( R )
= 6.000 unit.
Carrying cost
= Rp 6 / unit.
Biaya pesan ( S )
= Rp 500,-
Stock out cost
= Rp 1,5 / unit.
Rumus yang di gunakan:
EOQ = √(2 R.S)/(C/unit) .
Alasan menggunakan rumus di atas diantara kedua rumus EOQ yang sudah ada karena terdapat carrying cost dan stock out cost.
Maka perhitungannya menjadi :
EOQ = √(2 x (6.000 x 500))/6
= √6.000.000/6
= √1.000
= 1.000 unit.
Sehingga frekuensi pemesanan menjadi :
R : EOQ.
= 6.000 : 1.000.
= 6 kali.
Untuk mengetahui kapan bahan mentah tersebut harus dipesan kembali, maka harus di ketahui terlebih dahulu kapan waktu tunggu yang paling ekonomis.
Carrying Cost.
Carrying Cost adalah biaya pemeliharaan dari bahan mentah yang ada di karenakan bahan mentah yang di butuhkan tersebut datang terlalu cepat, sehingga dalam menghitung Extra Carrying Cost maka harus dimulai dari hari yang paling terkecil terlebih dahulu, dan ini di karenakan kebutuhan pemeliharaan dari bahan mentah yang datang terlalu awal tadi.
Caryying Cost perhari perorder dapat di cari dengan menggunakan rumus :
(EOQ x C/Unit)/(∑▒〖hari ( 1Tahun )〗)
=(1.000x 6)/(360)
=16,67.
Bila lead time 4 hari.
ECC = 0.
Alasannya di karenakan dalam waktu 4 hari merupakan waktu yang paling cepat menurut data yang ada sebelumnya sehingga tidak mungkin datang lebih cepat lagi, maka nilainya menjadi 0.
Bila lead time 5 hari.
Maka perhitungan ECC menjadi :
=1(0,15)(16,67).
=2,50.
Terdapat kemungkinan bahwa bahan mentah yang di pesan bisa datang dalam jangka waktu 4 hari, atau 1 hari lebih cepat, sehingga memiliki nilai probabilitas sebesar 0,15, sedangkan nilai 0,15 diperoleh dari hasil pembagian antara data lead time historis pada soal dengan jumlah lead time pada hari ke 4 dan di kalikan 100 % :
3 : 20 (100%)
=0,15.
Bila lead time 6 hari.
Maka perhitungan ECC menjadi :
2(0,15)(16,67)
= 5.
1(0,30)(16,67)
= 5.
Hasil jumlah dari keduanya menjadi:
5 + 5
= 10.
Dari data lead time 6 hari dapat di simpulkan bahwa bahan mentah dapat datang dalam waktu 4 hari atau 2 hari lebih cepat dengan probabilitas 0,15 atau bisa juga datang pada hari ke 5 atau 1 hari lebih cepat dengan tingkat probabilitas sebesar 0,30 ,yang mana nilai 0,30 dapat dicari dengan cara yang sama dengan probabilitas pada hari ke 4 tadi yaitu :
Lead time hari ke 5 di bagi dengan jumlah seluruh data di kalaikan dengan 100 %:
6 : 20 (100%).
= 0,30.
Bila lead time 7 hari.
Maka perhitungan ECC menjadi :
3(0,15)(16,67)
= 7,50.
2(0,30)(16,67)
= 10.
1(0,25)(16,67)
= 4,17.
Hasil jumlah dari ketiganya menjadi :
21,67.
Dari lead time dengan jangka waktu 7 hari dapat di lihat bahwa ada kemungkinan bahwa bahan mentah datang dalam 4 hari atau 3 hari lebih cepat dengan nilai probabilitas sebesar 0,15, dan bisa juga datang dalam waktu 5 hari atau 2 hari lebih cepat dengan memiliki probabilitas sebesar 0,30 tetapai bisa juga datang dalam waktu 6 hari atau 1 hari lebih cepat dengan tingkat probabilitas sebesar 0,25, sedangkan nilai 0,25 dapat dihitung sengan cara yang sama dengan yang diatas yaitu :
5 : 20 (100%)
= 0,25.

Stock Out Cost.
Stock out cost adalah biaya bahan mentah yang timbul di karenakan bahan mentah yang di pesan datang terlambat, sehingga perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan akibat keterlambatan pengiriman dari bahan mentah yang dibutuhkan tersebut, oleh karena pengertian tersebut maka dalam mencari perhitungan Stock Out Cost dimulai dari hari yang paling terakhir. Stock out cost perhari dapat di cari dengan menggunakan rumus :
R : ∑ Hari ( 1 Tahun ).
6.000 : 360
= 16,67.
= 17 unit.
Bila lead time 7 hari.
Stock out cost = 0.
Karena waktu 7 hari adalah waktu yang paling lama untuk keterlambatan bahan baku yang datang di perusahaan.
Bila lead time 6 hari.
SOC
1(0,30)(17)(1,5)
= 7,65.
Ada kemungkinan bagi bahan baku untuk datang terlambat selama 7 hari atau 1 hari lebih lambat dengan probabilitas 0,30. Dengan cara penghitungan probabilitas sama dengan ECC.
Bila lead time 5 hari.
SOC
2(0,30)(17)(1,5)
= 15,3.
1(0,25)(17)(1,5)
= 6,38.
Jumlah
15,3 + 6,38 = 21,68.
Ada kemungkinan bahwa Bahan Mentah datang dalam 7 hari atau 2 hari lebih lambat dengan probabilitas 0,30. Dan bisa juga Bahan Mentah datang 6 hari atau 1 hari lebih lambat dengan probabilitas 0,25.
Bila Lead Time 4 hari.
SOC
3(0,30)(17)(1,5)
= 22,95
2(0,25)(17)(1,5)
= 12,75.
1(0,30)(17)(1,5)
= 7,65.
Jumlah.
22,95+12,75+7,65
= 43,35.
Ada kemungkinan bahwa bahan mentah datang dalam 7 hari atau 3 hari lebih lambat dan mempunyai probabilitas 0,30. Bisa juga bahan mentah datang dalam 6 hari atau 2 hari lebih lambat dengan probabilitas 0,25. Dan ada kemungkinan juga bahan mentah datang dlam 5 hari atau 1 hari lebih lambat dengan memiliki probabilitas 0,30.

Dari perhitungan ECC dan SOC diatas maka dapat diperoleh data Lead Time atau waktu tunggu, yaitu sebagai berikut :
Lead Time 4 hari:
0 + 43,35
= 43,35.
Lead Time 5 hari :
2,50 + 21,68
= 24,18.
Lead Time 6 hari :
10 + 7,65
= 17,65.
Lead Time 7 hari :
21,67 + 0
= 21,67.
Jadi berdasarkan perhitungan ECC dan SOC diatas lead time 6 hari mempunyai total biaya ekstra yang paling terkecil, dengan demikian reorder point atau waktu pemesanan kembali bahan mentah yang di butuhkan dapat di ketahui dengan cara menambahkan jumlah safety stock dengan kebutuhan selama lead time,
Kebutuhan selama lead time
6 X 17 unit.
= 102.
Reorder Point
200 + 102
= 302 Unit.
Dari perhitungan reorder point atau ROP tersebut, mempunyai pengertian bahwa bahan mentah harus dilakukan pemesanan kembali pada saat tingkat persediaan bahan menunjukkan angka 302 unit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s